Diciptakan, Virus Ponsel Pertama Senin, Jan 14 2008 

Saling berkirim pesan short message service (SMS) tengah populer di kalangan pengguna telepon seluler (ponsel) berbasis GSM saat ini. Selain murah, penerima SMS tetap dapat menerima pesan walaupun ponselnya tengah tidak aktif atau berada di luar jangkauan sinyal operator.

Namun jika Anda menggunakan ponsel Nokia tipe 3310, 3330 dan 6210, berhati-hatilah menerima pesan SMS. Pasalnya, seorang peneliti keamanan komputer di Belanda berhasil menciptakan virus ponsel yang dapat merusak ponsel-ponsel Nokia tersebut via SMS. Demikian diberitakan BBC.co.uk, Jumat (18/1/2001).

Virus ini diciptakan oleh Job de Haas, seorang peneliti pada perusahaan riset keamanan �ITSX�. Pesan berbahaya ini memanfaatkan bug yang ada pada tiga jenis ponsel itu. Saat diterima, virus itu akan membuat beberapa handset menjadi tidak bisa digunakan sama sekali.

Sejatinya, fasilitas SMS memang dirancang untuk mengaktifkan secara otomatis fungsi-fungsi yang ada dalam sebuah ponsel melalui sebuah script yang dikirimkan oleh operator ponsel.

Pengguna ponsel tersebut tidak dapat membaca script tersebut, namun handset akan menerimanya sebagai perintah untuk mengaktifkan fitur tertentu. Script semacam inilah yang digunakan oleh De Haas untuk menciptakan virus ponsel ini.

Pihak Nokia mengklaim telah memperbaiki bug yang ada pada tiga jenis ponsel tersebut. Namun menurut De Haas, beberapa ponsel lama jenis ini masih memiliki bug yang dapat digunakan oleh virus ciptaannya.

Migrasi ke Windows Vista Senin, Jan 14 2008 

DILIHAT dari perkembangan sistem operasi (operating system, OS), sejak dikeluarkannya OS keluarga Microsoft Windows baik desktop, client, maupun server, sebenanya hanya ada tiga sistem operasi yang cukup membedakan di antara keluarga OS tersebut. Yaitu sistem operasi untuk rumahan atau desktop, sistem operasi client, dan sistem operasi untuk jaringan.

Sistem operasi keluarga Microsoft Windows yang digunakan untuk komputer rumahan (desktop) dan sangat populer antara lain Microsoft Windows 3.0, Windows 3.1, Windows 95, Windows 98, Windows 98 SE, dan Windows Me. Sedangkan sistem operasi yang digunakan untuk jaringan antara lain Windows 3.11 for Workgroup, Windows NT Client, Windows 2000 Professional, dan Windows XP. Sedangkan yang kini sedang dipersiapkan Microsoft untuk diluncurkan adalah Microsoft Windows Vista. Jadi, Windows Vista adalah sistem operasi client yang merupakan pengembangan dari Windows XP. Sementara sistem operasi jaringan yang sudah dirilis Microsoft antara lain Microsoft Windows NT Server, Windows 2000 Server, dan Windows 2003 Server.

Microsoft Windows Vista yang akan diluncurkan dalam waktu dekat ini, ternyata fitur dan kemampuannya–kalau diibaratkan lompatannya–hampir sama seperti Microsoft Windows 3.1 ke Microsoft Windows 95 atau Windows 3.11 for Workgroup ke Windows NT Client. Sementara itu, perkembangan dari Windows 2000 Professional ke Windows XP mungkin tidak terlalu signifikan, tetapi cukup membuat pemakainya terkagum-kagum dengan berbagai fitur dan kemampuan Microsoft Windows XP yang sampai saat ini masih banyak digunakan oleh sebagian besar pengguna komputer di dunia, termasuk di Indonesia.

Lompatan yang relatif hampir sama adalah ketika Microsoft Windows 2000 Server diluncurkan menggantikan Microsoft Windows NT Server. Dalam hal ini perbedaan yang cukup signifikan dari Windows NT Server ke Windows 2000 Server adalah pada Active Directory. Tetapi, pada perkembangan selanjutnya dari Windows 2000 ke Windows 2003 Server, tidak terlalu banyak perubahan yang signifikan.

Pada Windows Vista, kemungkinan besar Microsoft akan banyak merombak berbagai tampilan desktop, fasilitas, dan tombol start yang semakin interaktif dan hidup. Selain itu, tentu saja Microsoft telah menambah dan mengubah dengan berbagai fitur mulai dari ikon sampai dengan tampilan di setiap jendela. Dengan demikian, Microsoft Windows Vista merupakan suatu revoluasi sistem operasi modern yang siap mengguncang sistem operasi dunia di masa yang akan datang.

Fitur spesifik

Sistem operasi ini memiliki beberapa fitur spesifik terkait desain grafis dan animasi, pengaturan dokumen bisnis, dan kemudahan berinteraksi dengan para pelaku bisnis lainnya. Interface baru yang disebut dengan Windows Aero akan memberikan pengalaman desktop berkinerja tinggi. Dalam hal ini, Microsoft menghadirkan tampilan profesional, desain transparan dengan efek-efek halus seperti refleksi dinamis, animasi yang halus dengan fitur-fitur navigasi 3D desktop Windows Flip and Flip.

Untuk mendukung kinerjanya, sistem ini memiliki beberapa fitur khusus seperti Windows Bitlocker Drive Encryption. Fitur ini berfungsi untuk melindungi data dan properti intelektual dari pihak lain apabila komputer tersebut hilang.

Implementasi Virtual PC Express yang dimasukkan ke dalam peranti ini memungkinkan aplikasi turunan untuk dapat berjalan pada sistem operasi Windows turunan tanpa mengalami perubahan dalam lingkungan virtual Windows Vista. Sementara subsistem untuk aplikasi berbasis Unix membuat pengguna untuk menjalankan aplikasi Unix tanpa harus melakukan perubahan apa pun pada PC berbasis Windows Vista.

Persyaratan sistem

Tidak jauh berbeda seperti halnya Windows XP, ada yang 32 bit dan 64 bit. Begitu juga dengan Microsoft Windows Vista, tersedia untuk sistem 32 bit dan 64 bit. Sistem 32 bit dirancang secara spesifik untuk komputer-komputer standar, sementara versi 64 bit disiapkan untuk segmentasi menengah ke atas.

Untuk menjalankan Windows Vista diperlukan hardware minimal dengan memori minimal 512 MB, kartu grafis yang mendukung DirectX 9.0, dan prosesor Intel Pentium IV, Intel Pentium Centrino, atau AMD generasi terbaru. Namun demikian, kalau Anda memiliki komputer laptop dengan spesifikasi Pentium Centrino 1.6 Gbyte dengan RAM 512, sudah pasti bisa menjalankan Windows XP.

Kebutuhan harddisk juga cukup lumayan besar, dalam hal ini Windows Vista memerlukan minimal 10 Gbit. Sebenarnya untuk Windows sendiri cukup dengan space 6-7 Gbit, tetapi apabila ada penambahan software jelas memerlukan space tambahan sampai dengan 10 Gbit.

Internet explorer versi 7

Windows Vista menyertakan browser Internet Explorer 7 (IE7). Browser baru ini memiliki berbagai fitur menarik, seperti tabbed browsing (kemampuan menampilkan banyak halaman web dalam satu jendela browser), web feeds (atau dalam istilah sehari-hari kita kenal sebagai RSS), dan fasilitas sekuriti yang lebih andal. Di antara fasilitas sekuriti ini adalah dukungan untuk anti-phishing yang akan mengingatkan dan melindungi pengguna serta menambahkan protected mode untuk memberikan tingkatan keamanan dan proteksi data.

Dalam IE7 ini, selain perubahan pada menu full down, juga sudah ditampilkan tools dan page yang berada di kelompok ikon. Menu full down ini bisa ditampilkan dengan menekan salah satu ikon di Feeds, kemudian pilih Clasic Menu. Untuk kembali ke semula, Anda tinggal mengklik ikon Feeds tadi dan menghilangkan tanda centang pada ikon menu pop up di bawah ikon tersebut.

Satu hal yang sangat menarik dari IE7 ini adalah sudah disediakannya fasilitas Favorites Center dan pilihan New Tab untuk ganti jendela. Dengan pilihan tab ini, pengguna bisa dengan mudah dan cepat pindah di antara jendela yang ada di IE7.

Windows Mail

Fasilitas ini merupakan pengganti Outlook Express yang ada di Windows versi sebelumnya. Pada Windows Mail ini banyak perubahan, terutama yang berhubungan dengan kemudahan untuk mengakses e-mail. Sedangkan hal lain yang ada di Windows Mail hampir sama seperti Outlook Express atau Microsoft Outlook yang ada di Microsoft Office System 2003.

cakrawalawindow.gif

GPRS, Akankah Kita Memakainya…? Senin, Jan 14 2008 

Indosat baru saja meluncurkan IM3 dengan General Packet Radio Service (GPRS) teknologi. Disamping nelpon dan SMS, GPRS teknologi memungkinkan kita untuk bisa beremail-ria, dengerin musik, radio, dan melakukan internet aplikasi lainnya. Aplikasi multimedia lain seperti ‘videophone’, ‘video on demand’ atau foto diharapkan juga akan dapat dinikmati dengan menggunakan jaringan GPRS.

Apakah kita akan dapat menikmati aplikasi-aplikasi diatas? Dalam kenyataannya, itu sangat bergantung dari harga, baik harga dari segi peralatan (hp, laptop, palmtop, etc) maupun harga dari service yang kita gunakan.� Harga service – dari provider – dihitung dari berapa banyak kita mentransfer data. Bisa kita bayangkan bahwa untuk video applikasi akanlah sangat mahal sedangkan untuk SMS bisa menjadi sangat murah.
Sebagai contoh:� Telfort, GPRS provider di belanda,� memberi harga 5 euro (sekitar 50.000 rupiah) untuk 1 MB data transfer. Yang bisa kita dapatkan adalah satu dari aplikasi-aplikasi berikut *)

- 5.000 SMS text
- 330 chat sesi
- 2000 halaman internet pake WAP
- 12 halaman internet biasa
- 400 e-mails (tanpa attachments)
- 4 email dengan attachments
- 2 menit streaming video
- sepertiga dari MP3 musik�

*) berdasar dari rata-rata besarnya data (Telfort)

Jadi berdasar harga tersebut, untuk melihat ‘extra’ dari film yang akan kita tonton sebelum membeli karcis akan menjadi sangat mahal mengingat untuk itu kita membayar tiga kali harga karcis bioskop. Mendengarkan musik melalui GPRS juga sangat mahal melebihi harga sebuah cd musik. Lebih jauh lagi, harga halaman internet biasa bisa mencapai 5000 rupiah per halaman!� Namun, disisi lain bisa kita saksikan bahwa harga SMS dan WAP menjadi sangat murah.

Apakah kita – di Indonesia – akan bisa menikmati aplikasi-aplikasi diatas dengan harga terjangkau, itu tergantung dari harga yang diberikan IM3. Berapapun harganya kelak, secara teknis kita bisa prediksi bahwa WAP aplikasi akan menjadi lebih cepat dan yang merupakan keuntungan besar adalah kita bisa 24 jam online! Email akan dapat didownload dengan HP kita setiap saat dimanapun kita berada.

Menjadi Pekerja TI Profesional Senin, Jan 14 2008 

Pekerjaan di bidang teknologi informasi (TI), baik di Indonesia maupun di luar negeri, kini lumayan banyak. Memang, karakteristik pekerjaannya agak berbeda. Di dalam negeri kebanyakan sebagai administrator, operator, teknisi dan programmer. Misalnya sebagai Web administrator yang menangani Web server sehari-hari; operator dan teknisi di Warung Internet yang jumlahnya sekarang ribuan. Mungkin yang agak baik tingkatnya adalah Web programmer yang mengembangkan berbagai aplikasi melalui Common Gateway Interface (CGI) di Web. Web programmer seperti itu bisa menghasilkan uang antara Rp 2-5 juta/bulan, tergantung perusahaan dan skill-nya.

Bagi Anda yang bertangan dingin di bidang usaha TI, penghasilannya tentu cukup menggiurkan, dalam orde puluhan juta per bulan. Itu kalau Anda mampu memberikan layanan kepada masyarakat dalam tingkat yang baik. Kita cukup beruntung karena uang yang berputar di masyarakat sudah mulai lumayan. Jadi, penghasilan pekerja TI tidak harus tergantung pada proyek-proyek besar pemerintah saja. Cukup banyak yang bersifat “receh” berupa proyek/pekerjaan kecil di swasta Indonesia. Seninya adalah bagaimana menjadikan kita dikenal di antara para pencari outsourcing programmer dan bahwa kita mampu memprogram dengan baik. Maklum pekerjaan part-timer seperti itu biasanya diperoleh karena hubungan pertemanan dari mulut ke mulut.

Contohnya adalah Owo Sugiono dari rab.co.id. Ia melepaskan software billing system Warnet miliknya ke masyarakat secara bebas (free). Teman-teman di Knowledge Management Research Group (KMRG) ITB yang dipimpin Ismail Fahmi, juga melakukan hal yang sama. Hasilnya? Dana bantuan penelitian puluhan ribu US$ bisa diperolehnya dengan mudah dari Canada. Dan banyak lagi.

Pada tingkat lebih tinggi sebagai software developer, mungkin sulit untuk menemukan pekerjaan di Indonesia, yang tingkat industrinya masih berupa jasa untuk instalasi dan pelayanan. Akan tetapi cukup lumayan. Ada beberapa pekerja TI yang saya kenal yang menjadi outsourcing software house luar negeri, dan mereka mengerjakannya di Indonesia. Gede Raka dari Bali adalah salah seorang eks mahasiswa saya sekarang yang menjadi outsource perusahaan software di Silicon Valley, AS. Dan ia mengerjakan programming-nya dengan santai di Bali. Indah sekali bukan �?

Kebutuhan tenaga kerja TI tidak akan pernah berhenti dan meningkat terus selama manusia masih ingin melakukan efisiensi dan kompetisi. Terus terang, itu karena langkanya pekerja TI yang betul-betul memiliki skill dan kemampuan yang baik. Rezeki yang besar itu mau tidak mau hanya dinikmati oleh segelintir manusia.

Sebagai gambaran, kalau Anda pernah belajar komputer di STMIK/jurusan teknik informatika – apakah Anda mengerti kerja RIP? ICMP? IGMP? SMTP? POP3? Saya berani bertaruh bahwa ilmu-ilmu demikian tidak pernah diajarkan di bangku pendidikan Anda di sekolah. Jadi, apa yang Anda peroleh di sekolah teknik informatika seperti dBase atau Pascal, itu percuma di dunia kerja dan tidak banyak berguna. Setelah Anda bersusah payah dan mengeluarkan uang demikian banyak, yang diperoleh hanya gelar Sarjana Teknik. Karena teknologi-nya sebetulnya sudah jauh lebih rumit dari apa yang diajarkan di sekolah.

Cara terbaik untuk belajar TI adalah dengan aktif berpartisipasi dalam berbagai diskusi tentang teknik komputer di Internet. Ilmu/buku/resource keilmuan yang dibutuhkan untuk itu semua, pun relatif murah. Anda dapat memperoleh CD Linux di pasaran seharga Rp 25 ribu/CD.�

Langkah selanjutnya adalah memantau dan berpartisipasi aktif dalam berbagai diskusi Linux di Internet. Markas besar Linux Indonesia dapat dilihat di http://www.linux.or.id. Kenapa Linux demikian menarik? Karena hanya Linux yang menyediakan segala sesuatunya, termasuk source code-nya secara terbuka. Dengan keterbukaan itu sangat mudah bagi kita untuk belajar berbagai teknik komputer dan programming yang memungkinkan kita menjadi profesional dalam waktu beberapa bulan/tahun. Tergantung niat kita masing-masing.

UNDP: Indonesia Lampui India dalam Indeks Pencapaian Teknologi Senin, Jan 14 2008 

Bertempat di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta, Selasa (10/7/2001) United Nation Development Program (UNDP) meluncurkan Laporan Pembangunan Manusia 2001 (Human development report 2001). Tahun ini, laporan tersebut mengambil tema “Making New Technologies Work for Human Development”.

Hasil menarik yang tercatat dalam laporan itu, adalah duduknya Indonesia di peringkat 60 dengan index pencapaian teknologi sebesar 0,211. Selain dikategorikan sebagai negara “pengadopsi dinamis” (dynamic adopter), Indonesia juga berada diatas India (0,201), yang duduk pada peringkat 63.

Laporan tersebut antara lain berisi analisa mengenai pemanfaatan, potensi dan prestasi sektor teknologi informasi /komunikasi di beberapa negara di dunia. Untuk nilai pencapaian teknologi sendiri, merupakan sesuatu yang baru. Nilai indeks tersebut diambil berdasarkan kalkulasi beragam faktor faktor yang mempengaruhi dan berkaitan di sebuah negara, seperti pendidikan dan tingkat kesejahteran.

Disebutkan, negara dalam kategori Dynamic Adopter adalah negara-negara yang dinamis dalam penggunaan teknologi baru. Dalam Indeks pencapaian teknologi, selain dynamic adopterm ada 3 klasifikasi lain yaitu leader, potential leader, dan yang dibawah dynamic adaptor yaitu kategori marginalized.

Singapura, merupakan satu-satunya negara di Asia tenggara yang duduk dalam posisi “leader” dengan indeks pencapaian teknologi sebesar 0,585 dan duduk di posisi 10.

Yang paling mengembirakan adalah dimasukkannya Indonesia dalam kelompok eksportir utama produk teknologi tinggi. Dalam sektor ini Indonesia menduduki peringkat 38 dengan nilai ekspor sebesar USD 3 milyar.

Dalam laporan pembangunan ini ditekankan pula, bahwa jika suatu negara gagal memanfaatakan teknologi secara efektif, maka kemungkinannya negara itu tertinggal dalam pembangunan manusia dan terpinggirkan pada ekonomi global. Laporan tersebut juga menyimpulkan, bahwa semua negara, bahkan yang termiskin sekalipun, perlu menerapkan kebijakan untuk mendorong inovasi, ketrampilan tingkat tinggi dan akses pada teknologi baru.

Laporan itu juga mempelajari efek hengkangnya tenaga profesional TI di negara berkembang ke negara yang lebih maju. Disimpulkan, bahwa perkembangan itu dirasa merugikan oleh negara berkembang. Ditandaskan, pelarian intrelektual seperti itu menyebabkan ruginya negara-negara berkembang dengan nilai milyaran dolar.

Google Gunakan Bahasa Jawa Senin, Jan 14 2008 

Walaupun sudah banyak tergantikan oleh Bahasa Indonesia, Bahasa Jawa saat ini masih banyak digunakan oleh kalangan etnis Jawa yang merupakan etnis terbesar di Indonesia. Mungkin karena itulah �Google� memasukkan Bahasa Jawa sebagai salah satu bahasa pengantar di situs situs search engine itu.

Versi Bahasa Jawa mesin pencari Google itu bisa dijumpai di alamat www.google.com/intl/jw. Atau bisa juga dengan masuk ke bagian “Language Tools” pada halaman depan situs Google.

Dengan masuknya Bahasa Jawa, Google saat ini telah menyediakan layanan dalam 72 bahasa, termasuk Bahasa Indonesia. Selain situs Google.com, raksasa search engine ini juga memiliki 26 situs lokal dengan domain negaranya masing-masing.

Bahasa yang dipilih oleh Google memang tidak selalu mewakili sebuah negara. Google bahkan memiliki interface berbahasa Hacker dan Klingon � sebuah ras humanoid dalam film fiksi ilmiah �Star Trek�.

Ada juga bahasa fiktif �Pig Latin� yang membalik huruf pertama ke belakang sebuah kata dengan membubuhkan akhiran �ay. Jadi Kata �Results� akan berubah menjadi �Esultsray� dan �Web� akan menjadi �Ebway�.

Terlepas dari pemilihan berapa bahasa yang terkesan tidak serius itu, pemilihan Bahasa Jawa ini terbilang cukup menarik. Google berbahasa Jawa bisa menjadi alternatif bagi pengguna Bahasa Jawa yang selain di Indonesia juga tersebar di seluruh Asia Tenggara. Etnis Jawa juga tercatat sebagai salah satu etnis yang dominan di Republik Suriname yang terletak di Amerika Selatan.

Seperti versi-versi lainnya, Google versi Bahasa Jawa ini juga menyediakan lebih dari 2 miliar cacahe kaca web (jumlah halaman web – Red). Jadi kalau ingin mencari informasi di internet, klik saja tombol �Google Nggolekki� untuk kategori Web, Gambar-Gambar, Kelompok atau Bagian.

Top tenan!

IE 6 Siap Di-download Senin, Jan 14 2008 

Microsoft mengumumkan keberadaan browser terbaru mereka, Internet Explorer 6, yang dapat di-download via internet. Browser ini diyakini memiliki tambahan kemudahan, privasi, stabilitas lebih tinggi, dengan dukungan yang lebih baik terhadap standar World Wide Web Consortium (W3C).

Rencananya, IE 6 ini akan diintegrasikan pada sistem operasi Windows XP yang siap meluncur pada 25 Oktober 2001. Namun pada versi IE 6 yang ditaruh pada situs MS ini, pengguna memiliki kesempatan untuk mengintip sedikit penampilan Windows XP.

Microsoft menjelaskan bahwa bahwa browser IE 6 lebih menawarkan stablitas yang tinggi dengan dukungan pada standar World Wide Web Consortium (W3C) yang lebih baik dibandingkan versi sebelumnya.

Beberapa rekomendasi W3C yang didukung IE 6, antara lain standar teknologi seperti CSS dan DOM dan standar baru SMIL 2.0.

Di sisi privasi, IE 6 menambahkan Platform for Privacy Preferences (P3P). Dengan platform itu, pengguna dapat menentukan seberapa banyak info pribadi yang ingin mereka perlihatkan ataupun yang dapat diakses oleh situs web yang mereka kunjungi.

Browser ini juga memiliki fitur baru, yaitu media bar. Dengan media bar, pengguna dapat memainkan file musik, video dan file multimedia lainnya tanpa harus membuka window terpisah.

Perubahan juga dilakukan pada tool bar browser. Image tool bar pada IE6 diharapkan memudahkan pengguna untuk bekerja pada file gambar, dan mengizinkan email, pencetakan ataupun penyimpanan gambar yang ditemukan di halaman web.

6 Strategi Menuju E-Government Senin, Jan 14 2008 

Instruksi Presiden No 3 tahun 2003 tentang kebijakan dan strategi nasional pengembangan E-government tidak bisa dipungkiri adalah angin bagus bagi penerapan teknologi komunikasi dan informasi di pemerintahan. Seperti apa strategi pengembangan E-goverment?

Dalam lampiran Inpres E-goverment, dipaparkan enam strategi yang disusun pemerintah dalam mencapai tujuan strategis e-government. Antara lain:

Strategi pertama adalah mengembangkan sistem pelayanan yang andal, terpercaya serta terjangkau masyarakat luas. Sasarannya antara lain, perluasan dan peningkatan kualitas jaringan komunikasi ke seluruh wilayah negara dengan tarif terjangkau. Sasaran lain adalah pembentukan portal informasi dan pelayanan publik yang dapat mengintegrasikan sistem manajemen dan proses kerja instansi pemerintah.

Strategi kedua adalah menata sistem dan proses kerja pemerintah dan pemerintah daerah otonom secara holistik. Dengan strategi ini, pemerintah ingin menata sistem manajemen dan prosedur kerja pemerintah agar dapat mengadopsi kemajuan teknologi informasi secara cepat.

Strategi ketiga adalah memanfaatkan teknologi informasi secara optimal. Sasaran yang ingin dicapai adalah standardisasi yang berkaitan dengan interoperabilitas pertukaran dan transaksi informasi antarportal pemerintah. Standardisasi dan prosedur yang berkaitan dengan manajemen dokumen dan informasi elektronik. Pengembangan aplikasi dasar seperti e-billing, e-procurement, e-reporting yang dapat dimanfaatkan setiap situs pemerintah untuk menjamin keamanan transaksi informasi dan pelayanan publik. Sasaran lain adalah pengembangan jaringan intra pemerintah.

Strategi keempat adalah meningkatkan peran serta dunia usaha dan mengembangkan industri telekomunikasi dan teknologi informasi. Sasaran yang ingin dicapai adalah adanya partisipasi dunia usaha dalam mempercepat pencapaian tujuan strategis e-government. Itu berarti, pengembangan pelayanan publik tidak perlu sepenuhnya dilayani oleh pemerintah.

Strategi kelima adalah mengembangkan kapasitas sumber daya manusia, baik pada pemerintah maupun pemerintah daerah otonom disertai dengan meningkatkan e-literacy masyarakat. Strategi keenam adalah melaksanakan pengembangan secara sistematik melalui tahapan yang realistik dan terukur Dalam pengembangan e-government, dapat dilaksanakan dengan epat tingkatan yaitu, persiapan, pematangan, pemantapan dan pemanfaatan.

Inpres itu akan menunjuk Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) sebagai koordinator penerapan e-government di Indonesia. Menurut Menkominfo, Syamsul Muarif, masing-masing lembaga pemerintahan, baik pusat maupun daerah, akan membuat titik-titik sistem informasi secara mandiri. “Pemerintah ingin membangun sebuah masyarakat berbasis pengetahuan,” kata Sekretaris Menkominfo, JB Kristiadi. Bisakah?

Friendster, Pesona Baru Dunia Online Senin, Jan 14 2008 

Nyaris tanpa promosi, tapi hanya dalam tempo setahun mampu membangun komunitas online yang sukses dan menarik sembilan juta anggota. Mimpi? Tidak. Friendster.com telah membuktikan, tanpa gegap gempita iklan, hanya mengandalkan jaringan anggotanya, mampu menjadi fenomena Internet tahun ini sehingga jadi incaran para pemodal kelas kakap.

Hebatnya, meski masih dalam versi beta, Friendster telah meraup dana US$ 13 juta atau sekitar Rp 130 miliar dari modal ventura dan pemain Internet kelas berat seperti mantan CEO Yahoo! Tim Koogle, mantan CEO Paypal Peter Thiel, serta mantan VP Amzon.com Ram Shriram.

Mengapa Friendster baru diperkenalkan tahun lalu dapat menjadi begitu fenomenal? Jawabannya sederhana: karena menawarkan arsitektur baru berkomunikasi yang tak mungkin dilakukan di dunia nyata. Ketika kita bertemu seorang teman, misalnya, kita hanya melihat sosok dia semata. Kita nyaris tak pernah membayangkan, bahkan tidak tahu, siapa saja teman sang teman kita. Mustahil pula kita memetakan siapa teman dari teman sang teman kita itu. Friendster mampu membuka tabir keterkaitan yang amat rumit di dunia nyata menjadi sederhana namun menarik di dunia maya.

Pengguna Friendster memahami betul betapa hal yang nyaris mustahil itu bisa terwujud di sana. Ketika pertama kali mendaftar menjadi anggota Friendster, Anda dipersilahkan membuat halaman web personal, dengan mengisi data-data pribadi dengan foto-foto diri. Selain nama, informasi yang dapat diisi adalah asal sekolah, tempat kerja, buku dan film favorit. Dengan mengisi info yang benar, Anda akan dengan mudah menemukan teman yang punya hobi sama, pernah kerja di tempat yang sama, atau dari sekolah yang sama. Saya misalnya, memasukkan Karl May sebagai pengarang idola, dengan amat mudah menemukan pecinta pengarang buku Winnetou itu. Betapa kagetnya saya ketika mendapatkan teman lama yang tak saya sangka sedikitpun sebagai pembaca setia serial petualangan Winnetou dan Old Shutterhand. Mudah ditebak, saya jadi punya teman diskusi petualangan dua sahabat itu di Amerika dan Balkan.

Tujuan Anda ikut Friendster juga wajib diisi, apakah mencari teman kencan, sekadar menolong orang lain, atau sekadar berteman (activity partner). Status juga perlu dinyatakan (sudah punya pasangan atau dalam pencarian pasangan). Informasi lain yang dapat diisi dalam data personal adalah “siapakah sesungguhnya Anda (menurut deskripsi Anda sendiri)” serta “ingin bertemu orang seperti apa”. Dengan membaca dua kolom ini saja Anda langsung harus paham apakah Anda bisa menjadi teman seseorang atau tidak. Jika anda lelaki dan menemukan anggota Friendster perempuan dengan informasi “Cowo dilarang masuk, tak usah add sebagai teman, pasti tidak ditanggapi”, dan di daftar temannya hanya berisi sesama kaum Hawa, Anda harus mahfum.

Mengundang orang lain dalam jaringan teman adalah fasilitas paling unik Friendster. Begitu orang yang Anda undang sebagai teman setuju, foto dan nama mereka akan tampil dalam halaman personal Anda. Hebatnya, Anda juga langsung terhubung pada teman-teman dari teman Anda tersebut. Begitu juga sebaliknya, teman baru Anda langsung terhubung ke teman-teman Anda. Danah Boyd, pengamat Friendster yang kini diakui sebagai guru “social network” oleh para programmer dan pemodal ventura dunia, mendeskripsikan Friendster secara tepat: “Friendster adalah sebuah wahana yang secara tegas menyatakan siapa saja teman anda, bagaimana profil mereka, dan mempersilahkan mereka untuk saling melihat melalui jalur Anda.”

Bayangkan saja, Anda yang memiliki hanya 18 teman di Friendster, bisa terhubung ke jaringan teman dari 18 teman Anda, dan tanpa sadar Anda terhubung ke lebih dari 15 ribu orang dalam sebuah jaringan teman dalam sekejap. Itu pun masih dilengkapi dengan berbagai fitur menarik lainnya untuk berkomunikasi. Ada pesan personal yang hanya bisa dikirim oleh teman dalam jaringan. Ada bulletin board yang berisi pesan-pesan yang dapat dibaca oleh semua teman dalam jaringan. Ada pula fasilitas testimonial, di mana teman-teman Anda dapat mengisi kesan-kesan mengenai Anda. Friendster benar-benar merupakan perpaduan luar biasa antara email, bulletin board, personal web serta “jaringan sosial”.

Pesona baru dunia maya inilah yang menyihir sebagian besar pengguna awal Friendster terhenyak di depan komputer, menghabiskan banyak waktu di dunia maya tersebut. Mereka keasyikan menelusuri jaringan teman, menemukan kejutan-kejutan baru dari teman-teman baru, mengundang teman-teman baru, memeriksa testimonial yang dikirim teman-teman lama, mengecek pesan baru, dan seterusnya. Tak mengherankan jika Friendster yang semula dirancang untuk ajang kencan online, kini berkembang jauh lebih luas dan hebat. Dalam sekejap anggotanya melesat menjadi 9 juta. Bukan hanya anak-anak muda yang tertarik menjadi anggotanya. Kalau kita search anggota yang usianya di atas 40, tidak sedikit nama yang muncul. Dengan fitur-fitur yang mudah digunakan pemakai internet pemula, Friendster memang tidak menghalangi siapapun antara usia 10 sampai 60 tahun untuk bergabung.

Ada seorang anggota yang mengatakan, “Friendster itu ibarat candu, sekali pakai ketagihan!” Komentar ini ditulis oleh pria berusia 34 tahun, dan sudah punya satu anak. Ia mengaku membuka Friendster setiap hari untuk melihat adakah kawan lama (dan baru) yang menemukannya, dan apakah kawan-kawan yang ia ajak bergabung sudah menanggapi emailnya dan masuk dalam lingkarannya temannya. Satu lagi anggota Friendster bercerita kalau ia tercengang-cengang mengetahui kawannya yang tampak alim, pendiam dan sering berkhotbah, ternyata penggemar Linkin’ Park. “Ini hanya bisa saya ketahui lewat Friendster,” komentarnya sambil tertawa.

Tentu masih banyak kelemahan Friendster. Salah satunya adalah munculnya Fakester, istilah bagi mereka yang membuat profil palsu di Friendster dan membuat jaringan teman palsu. Kelemahan lain, siapa saja dapat membuat account di Friendster, sehingga ada account atas nama lembaga, termasuk Universitas Gadjah Mada dan Mailing List para pecinta marketing paling aktif di Indonesia, Marketing Club. Mana ada Universitas atau Mailing List punya teman?

Tapi kelemahan itu tidak mengurangi daya tarik Friendster. Bagi anggota, Friendster adalah wahana menarik. Bagi sang penemu, inilah wahana bisnis yang sungguh menggiurkan. Potensi pendapatannya sangat besar. Iklan online di Friendster saat ini memang belum banyak karena masih versi beta. Namun banyak calon pemasang iklan yang lebih tertarik memasang iklan di sebuah komunitas yang profil anggotanya jelas seperti Friendster. Apalagi jika iklannya dapat dipersonalisasi, dikirim ke target audience yang cocok dengan iklannya.

Pendapatan kedua adalah dari keanggotaan. Saat ini memang masih gratis. Namun sudah ada kasak kusuk untuk mengutip biaya untuk layanan khusus Friendster versi finalnya dengan biaya US$ 9,95 atau Rp 99,5 ribu per bulan. Asumsikan 10% saja dari anggota yang sekarang rela merogoh koceknya, maka pendapatan tahunan Friendster sekitar US$ 107,46 juta.

Menggiurkan memang. Tak heran jika nama-nama lain muncul menawarkan jasa sejenis Friendster, seperti Orkut dan Multiply. Orkut yang dibuat oleh salah satu orang Google bentuknya hampir mirip Friendster, sedangkan Multiply menyediakan mini website bagi tiap anggota yang lebih banyak fiturnya dibanding sekedar halaman anggota. Anggota Multiply mendapat halaman dengan alamat URL individu yang bisa diakses langsung tanpa harus masuk dari halaman kita seperti yang Anda perlu lakukan di Friendster.

Kini lahir pula Spoke dan LinkedIn, yang lebih berorientasi pada komunitas bisnis. Sama seperti Friendster, kedua wahana baru ini berhasil merayu investor. Spoke mendapat suntikan modal US$ 20 juta sedangkan LinkedIn US$ 4,7 juta. Dunia Dotcom yang sempat tenggelam, kini bangkit lagi berkat Friendster.

Apa yang perlu diperhatikan dalam membangun informasi institusi / perusahaan? Senin, Jan 14 2008 

Pertanyaan di atas merupakan pertanyaan yang sangat umum ditanyakan dalam beberapa kesempatan seminar dll. Umumnya dikarenakan kurangnya pengetahuan tentang peta sistem informasi ini seorang eksekutif kebingungan akan langkah / pola yang perlu di ambil. Bayangkan ada MIS, ERP, e-commerce, Knowledge Management, Internet, LAN, WAN dll �

Sebetulnya jika kita pilah sangat sederhana sekali arsitektur sebuah sistem informasi perusahaan / lembaga yang perlu di mengerti oleh tingkat eksekutif. Kalau boleh saya usulkan untuk mencoba lebih memperhatikan human capital sebagai aset utama, bukan sebagai cost.

Secara umum ada empat (4) yang menjadi perhatian utama yang perlu diperhatikan oleh eksekutif perusahaan. Yaitu:

  1. Fasilitas akses ke Internet / informasi, ini bisa berupa perangkat LAN, WAN, PC. Hanya fasilitas akses ini yang dapat dilihat secara fisik oleh mata, sisanya akan sulit dilihat menggunakan mata kepala. Konsekuensinya seringkali orang berfikir bahwa dengan membeli PC maka seluruh masalah akan terpecahkan, padahal infrastruktur IT merupakan sebagian kecil dari solusi yang harus diberikan.
  2. Sistem informasi untuk mengeffisienkan bisnis proses, yang ini bisa berupa database, prosedur berbentuk sistem informasi management (MIS), enterprise resource planning (ERP), e-commerce. MIS dsb ini memang di arahkan ke arah effisiensi perusahaan / lembaga. Jika kita mulai meng-online-kan sistem perusahaan ke Internet sebaiknya diyakinkan bahwa sistem back-office yang berjalan dibelakang layar sudah bisa berjalan dengan baik.
  3. Sistem lain yang baru belakangan dikembangkan terutama di fokuskan kearah meningkatkan kompetitiveness institusi. Kemampuan kompetitif sebuah institusi akan ditentukan terutama oleh tingkat penguasaan pengetahuan dan manajemen pengetahuan internal institusi tersebut. Percepatan proses pengkoleksian, pengarsipan, pendistribusian, multiplikasi pengetahuan yang tercatat secara elektronik akan menjadi kunci utamanya. Manajemen pengetahuan merupakan jargon utama dalam konteks kompetitiveness.
  4. Yang terakhir dan paling penting adalah faktor manusia, sering kali kita melihat manusia sebagai salah satu komponen pengeluaran (cost) dari sistem. Dalam era informasi, faktor manusia menjadi sangat faktor yang sangat dominan sekali jika kita ingin menjadi pemimpin / leader. Pengetahuan (knowledge asset) yang terpatri di dalam human capital menjadi kunci keberhasilannya untuk menjadi pemimpn (leader); jadi bukan sekedar effisiensi proses bisnis semata.

Halaman Berikutnya »